Baiq Dewi Anjani Pimpin GEDSI JET NTB Wujud Kiprah Alumni PMII UNRAM
MATARAM — Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Mataram (UNRAM), Baiq Dewi Anjani, resmi ditunjuk sebagai Ketua Gender Equality, Disability, and Social Inclusion Just Energy Transition (GEDSI JET) Nusa Tenggara Barat (NTB). Baiq Dewi Anjani juga tercatat sebagai perempuan pertama yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisariat PMII Universitas Mataram.
Penunjukan Baiq Dewi Anjani sebagai Ketua GEDSI JET NTB menjadi salah satu representasi kiprah alumni PMII Universitas Mataram di ruang kebijakan publik dan isu lingkungan. Kepercayaan tersebut mencerminkan pengakuan atas kapasitas serta rekam jejak yang dimilikinya. Bagi PMII Universitas Mataram, penunjukan ini menjadi indikator bahwa proses kaderisasi mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkesempatan mengambil peran strategi dalam berbagai sektor, termasuk mendorong agenda transisi energi yang berkeadilan.
Transisi energi yang berkeadilan (Just Energy Transition) merupakan agenda global yang menuntut pendekatan multidisipliner dan kolaboratif. Dalam implementasinya, perspektif Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI) menjadi bagian penting untuk memastikan proses transisi berlangsung secara inklusif dan memperhatikan kelompok rentan. Penunjukan alumni PMII Universitas Mataram, Baiq Dewi Anjani, untuk memimpin GEDSI JET NTB menunjukkan keterlibatan kader muda dalam mendukung penguatan kebijakan transisi energi yang berkeadilan di tingkat daerah.
Melalui wadah GEDSI JET NTB, integrasi antara perspektif gender, memberikan hak-hak penyandang disabilitas, dan inklusivitas sosial diposisikan sebagai pilar utama pembentukan regulasi. Langkah ini menjamin bahwa krisis iklim dan transformasi energi diselesaikan tanpa mengeksklusi elemen warga mana pun, sejalan dengan prinsip hablum minannas yang menuntut penghormatan penuh atas harkat dan kemuliaan manusia (karamah insaniyyah).
Rekam jejak Baiq Dewi Anjani yang pernah mencatatkan sejarah sebagai Ketua Komisariat Perempuan Pertama di PMII Universitas Mataram memberikan fondasi kepemimpinan yang matang. Pengalaman menuhkodai organisasi di tingkat kampus membentuk karakter kepemimpinan yang inkremental, dialogis, serta berbasis argumentasi saintifik.
Transformasi peran dari pengkaderan kemahasiswaan menuju teknis eksekutif di tingkat provinsi ini menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan di PMII Universitas Mataram bukan sekedar simbolisasi kuota, melainkan mencakup kapasitas substantif. Rekam jejak tersebut memperkuat posisi alumni PMII UNRAM sebagai aktor perubahan (agent of change) yang mampu menjembatani aspirasi akar rumput dengan pembuat kebijakan di level makro.