Alumni PMII UNRAM Muhammad Rivaldi Harjian Sukses Berkiprah sebagai Dosen FT UNRAM
MATARAM — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Mataram kembali menorehkan capaian melalui kiprah salah satu alumninya. Muhammad Rivaldi Harjian, S.T, M.T. yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisariat PMII Universitas Mataram sekaligus Ketua Cabang PMII Lombok Barat, saat ini mengabdi sebagai dosen di Fakultas Teknik Universitas Mataram (FT UNRAM).
Perjalanan akademik dan organisasi Muhammad Rivaldi Harjian menjadi cerminan bahwa proses kaderisasi di PMII tidak hanya membentuk kemampuan kepemimpinan, tetapi juga memperkuat kapasitas intelektual. Rekam jejaknya menunjukkan bagaimana pengalaman berorganisasi dapat berjalan selaras dengan pengembangan kompetensi akademik hingga mengantarkannya berkiprah di dunia pendidikan tinggi sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Selama aktif di PMII, Muhammad Rivaldi Harjian menjalani jenjang kepemimpinan mulai dari tingkat komisariat hingga cabang. Pengalaman tersebut membentuk kemampuan dalam mengelola organisasi, mengambil keputusan, membangun komunikasi, serta merespons berbagai dinamika yang dihadapi dalam kehidupan kemahasiswaan.
Bekal tersebut kemudian menjadi modal berharga ketika memasuki dunia akademik. Sebagai dosen di Fakultas Teknik Universitas Mataram, ia tidak hanya dituntut menguasai bidang keilmuan teknik yang menekankan ketelitian, metodologi ilmiah, dan menyelesaikan masalah secara sistematis, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter serta integritas mahasiswa.
Dalam perspektif kaderisasi PMII, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) seperti tawassuth (moderasi), tawazun (keseimbangan), i'tidal (keadilan), dan tasamuh (toleransi) menjadi landasan yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan akademik. Nilai-nilai tersebut dipandang relevan untuk mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak hanya fokus pada inovasi, tetapi juga memperhatikan aspek etika dan kemaslahatan masyarakat.
Pendidikan teknik pada hakikatnya tidak hanya fokus pada penguasaan teori, perhitungan, maupun pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab mencetak lulusan yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa melalui pendekatan ilmiah yang berpijak pada nilai-nilai moral. Semangat zikir, fikir, dan amal saleh yang menjadi bagian dari proses kaderisasi PMII diharapkan dapat memperkuat peran sejarah dalam menghasilkan karya, penelitian, dan pengabdian yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Kiprah Muhammad Rivaldi Harjian di lingkungan Universitas Mataram menjadi salah satu contoh bagaimana pengalaman organisasi dan kompetensi akademik dapat saling melengkapi. Sinergi keduanya diharapkan mampu melahirkan generasi intelektual yang tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki kepemimpinan, integritas, dan kepedulian terhadap pembangunan masyarakat.